LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
JAJAK PENDAPAT
    Bagaimana menurut anda tentang Kurikulum 2013 yang akan dicanangkan pada tahun ajaran mendatang?
    Sangat Bagus
    Bagus
    Biasa Saja
    Kurang Bagus
    Jelek

    HASIL POLLING
Bahayanya permainan Skip Challenge
Ditulis oleh : Fahrizal Muhammad Noor - Bidang :

14 Maret 2017 - 13:36:06 WIB

Maraknya permainan skip challenge atau pass out challenge yang dilakukan anak-anak remaja sekolah perlu mendapat perhatian khusus para guru dan orang tua siswa. Permainan berupa tantangan ini penuh risiko yang membahayakan. Tantangan ini dilakukan dengan menekan bagian dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu untuk membuat seseorang kekurangan oksigen sehingga kehilangan kesadaran alias pingsan. Tren ini, mirisnya, diikuti banyak remaja karena dianggap memberi pengalaman menyenangkan sekaligus menegangkan.

Orang tua perlu mengetahui bahwa permainan skip challenge dengan menekan dada temannya keras-keras sampai yang bersangkutan kejang dan pingsan sesaat sudah banyak  dilakukan anak-anak sekolah dengan merekam permainan ini dan mengunggahnya ke jejaring sosial, sehingga menjadi viral.

Menurut sejumlah dokter akibat dari permainan skip challenge menjelaskan bahwa dinding dada yang harusnya mengembang dan mengempis, saat ditekan dengan sangat keras dapat menyebabkan kondisi yang disebut asfiksia traumatik. Asfiksia merupakan istilah untuk kekurangan pasokan darah dan oksigen. Aliran darah otak normal adalah 50cc/ 100 gram jaringan otak per menit. Apabila turun sampai kurang dari 30 cc/ 100 gram jaringan otak per menit maka akan menyebabkan gangguan fungsi otak. Kerusakan otak tersebut dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak. Sel otak yang rusak berdampak pada gangguan berpikir dan perubahan memori. Cempaka mengatakan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen juga dapat memunculkan stroke. Termasuk berbagai penyakit lain seperti kebutaan dan tuli.

Selain itu skip challenge nyatanya sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hipoksia, kejang, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. Meski kesadaran bisa kembali, namun ada risiko lain dari skip challenge, yakni terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Di samping itu, jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit maka bisa mengakibatkan kerusakan, bila lebih dari 5 menit akibatnya jauh lebih fatal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga sudah melarang keras siswa melakukan skip challenge. "Permainan skip challenge sangat berbahaya bagi siswa dan ini harus diberikan larangan keras. Guru dan kepala sekolah perlu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah,".

KEPALA DINAS PENDIDIKAN

Drs. H. Akhmad Suharto, M.Si
NIP. 196609101986091001

AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 17004 kali